HULU SUNGAI SELATAN – Komitmen TNI dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat kembali diwujudkan Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan melalui pembangunan tiga unit Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pembangunan yang saat ini terus dikebut tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni satu jembatan konstruksi beton di Desa Tabihi, Kecamatan Padang Batung, dan dua jembatan gantung di Kecamatan Loksado. Rabu (15/4/26)

Dari pantauan di lapangan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Untuk jembatan beton di Desa Tabihi, proses pengecoran struktur pondasi dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan pengecoran struktur utama. Sementara dua jembatan gantung di Loksado, pondasi dan tower utama dan dilanjutkan dengan pemasangan kabel sling serta lantai jembatan.

Saat ditemui dilokasi Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko memberikan penjelasan Pembangunan jembatan beton di Desa Tabihi menjadi prioritas karena kondisi jembatan kayu sebelumnya sudah sangat memprihatinkan. Kayu penyangga banyak yang lapuk, papan lantai berlubang, dan rawan ambruk saat dilintasi. Padahal, jembatan ini merupakan urat nadi yang menghubungkan Desa Tabihi dengan Karang Jawa Muka.

Setiap hari, ratusan warga melintasi jembatan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian, berdagang ke pasar, hingga anak-anak sekolah menuju ke SD dan SMP terdekat. “Kalau musim hujan, kami sangat waswas. Anak-anak sering harus digendong karena lantai jembatan licin dan banyak yang bolong. Alhamdulillah sekarang TNI bangunkan yang beton, lebih aman,” ungkap salah satu warga Desa Tabihi.

Lebih lanjut dikatakan pembangunan tiga jembatan ini merupakan implementasi langsung program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui TNI di seluruh wilayah Indonesia. Bapak Presiden menekankan agar tidak ada lagi desa yang terisolasi karena infrastruktur. Jembatan Perintis Garuda ini tujuannya jelas: meningkatkan konektivitas antar desa dan kecamatan, membuka isolasi geografis, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Komandan Kodim 1003/HSS

Beliau menambahkan, dua jembatan gantung di Kecamatan Loksado dipilih karena kondisi geografis Loksado yang berbukit dan banyak dialiri sungai. Jembatan gantung menjadi solusi paling efektif untuk menghubungkan kampung kampung yang selama ini hanya bisa diakses dengan rakit atau memutar puluhan kilometer.

Ditambahkan, Komandan Kodim 1003/HSS menekankan bahwa pembangunan ini tidak akan berjalan lancar tanpa gotong royong masyarakat. Sejak awal, warga Desa Tabihi dan Loksado terlibat aktif membantu personel Kodim 1003/HSS, mulai dari pengangkutan material, penyiapan logistik, hingga kerja bakti harian.

“Inilah makna Kemanunggalan TNI-Rakyat yang sesungguhnya. TNI hadir bukan hanya membangun fisik jembatan, tapi juga membangun semangat kebersamaan. Kami yakin, dengan kebersamaan ini, target waktu penyelesaian akan tercapai dan jembatan bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda diproyeksikan memberi dampak berlapis. Pertama, dari sisi ekonomi, jalur distribusi hasil pertanian seperti padi, karet, dan sayur mayur dari Desa Tabihi dan Loksado ke pusat kecamatan/kabupaten akan lebih cepat dan murah. Biaya angkut yang selama ini tinggi karena jalan memutar bisa dipangkas signifikan.

Kedua, dari sisi pendidikan, anak-anak sekolah tidak perlu lagi khawatir melintasi jembatan rapuh, terutama saat musim hujan. Waktu tempuh ke sekolah juga lebih singkat sehingga meningkatkan angka kehadiran siswa.
Ketiga, akses layanan kesehatan dan pemerintahan desa menjadi lebih mudah dijangkau, termasuk saat kondisi darurat.

Kodim 1003/HSS menargetkan ketiga jembatan dapat rampung sesuai jadwal yang ditetapkan Mabesad. Setelah selesai, akan dilakukan peresmian dan diserahkan kepada pemerintah daerah serta masyarakat untuk dikelola dan dirawat bersama.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan ini. Karena jembatan yang kuat akan menopang ekonomi yang kuat juga. Ini investasi jangka panjang untuk anak-cucu kita,” tutup beliau.

@pendim1003