BOALEMO – Di bawah komando Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Boalemo menunjukkan kelasnya dalam manajemen lapangan. Memasuki hari Minggu (26/04/2026), personel Satgas bersama warga Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, melakukan aksi “pergeseran material” secara masif guna memangkas waktu pengerjaan pembangunan fisik.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa setiap detik dalam program TMMD termanfaatkan secara optimal, sehingga target pembangunan dapat tercapai tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Memangkas Waktu, Meningkatkan Efisiensi

Alih-alih menunggu seluruh material berkumpul di satu titik besar, personel Satgas memilih strategi melangsir atau mendekatkan material langsung ke titik-titik pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan fasilitas MCK umum yang tersebar di beberapa lokasi.

Dansatgas TMMD 128 Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., menjelaskan bahwa kunci kesuksesan operasi teritorial ini terletak pada time management atau manajemen waktu yang tepat.

“Kami menerapkan strategi untuk memanajemen waktu agar tidak ada waktu yang terbuang percuma. Sembari menunggu kelengkapan material pendukung lainnya, personel kami instruksikan untuk mendekatkan material yang sudah ada, seperti batako dan besi, langsung ke titik-titik pembangunan. Dengan begitu, saat pengerjaan inti dimulai, material sudah berada di jangkauan tangan para pekerja,” ujar Letkol Czi Wiratama.

Strategi ini terbukti sangat efisien. Dengan mendekatkan material ke lokasi sasaran, beban kerja saat konstruksi dimulai akan berkurang drastis, dan alur kerja menjadi lebih mengalir tanpa hambatan logistik.

Pemandangan di lapangan menunjukkan betapa kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat. Rantai manusia terbentuk secara alami. Personel Satgas TMMD 128 bersama masyarakat bahu-membahu mengangkut batako satu per satu dan memindahkan rangkaian besi melalui jalur-jalur desa yang terkadang cukup sempit.

Senyum dan tawa sesekali pecah di tengah peluh keringat, menghapus kesan kaku antara aparat dan warga. Semangat ini menjadi bahan bakar utama bagi personel Satgas TMMD 128 di wilayah Boalemo yang terlibat. Mereka tidak hanya berperan sebagai tukang atau teknisi, tetapi juga sebagai motor penggerak semangat warga.

Fondasi Kuat untuk Masa Depan Hutamonu

Perakitan rangka besi untuk fondasi MCK dan RTLH kini menjadi fokus utama setelah material berhasil didekatkan. Dengan fondasi yang kokoh dan material batako yang sudah siap di lokasi, pembangunan fisik diharapkan akan melonjak signifikan dalam beberapa hari ke depan.

“Kecepatan adalah poin penting, namun ketepatan dan kualitas tetap yang utama. Kami ingin masyarakat Desa Hutamonu segera merasakan manfaat dari fasilitas sanitasi yang layak dan hunian yang nyaman,” pungkas Letkol Czi Wiratama.

Kegiatan TMMD 128 di Boalemo ini kembali membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang dan kemanunggalan yang kuat, keterbatasan infrastruktur di wilayah pedesaan dapat diatasi dengan cepat dan tepat sasaran. TNI hadir untuk membangun harapan baru bagi masyarakat Boalemo.(1316).