HULU SUNGAI SELATAN – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) Letkol Inf Ading Priyotantoko menghadiri dan mengikuti jalannya Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sekaligus Hari Lahir Pancasila tahun 2026 bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di halaman Kantor Pemerintahan Daerah Jl. A. Yani Kandangan Kota. Selasa (6/2/26)
Kehadiran Dandim 1003/HSS bersama unsur pimpinan daerah ini menjadi bukti nyata kokohnya sinergitas antar instansi dalam menjaga kondusifitas dan membangun daerah. Momen khidmat ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila, serta mengobarkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Ading priyotantoko menyampaikan bahwa kolaborasi yang kuat antara TNI dan Pemerintah Daerah merupakan kunci utama dalam menjaga kedaulatan serta mengawal pembangunan nasional. Nilai gotong royong yang terkandung dalam Pancasila harus diimplementasikan secara nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan dasar bertindak. Melalui momentum Harkitnas dan Hari Lahir Pancasila ini, kita harus bergandengan tangan untuk membangkitkan ekonomi, menjaga kerukunan, dan menyiapkan generasi muda yang tangguh serta cinta tanah air,” ujar Dandim setelah upacara selesai.
Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilainilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
@pendim1003
