Barito Kuala – Babinsa Koramil 1005-01/Bakumpai Serma Tumiran, menyalurkan bantuan tambahan nutrisi berupa telur dan susu kepada anak asuh binaan Kodim 1005/Barito Kuala yang mengalami gizi buruk, Rabu (10/06). Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman keluarga Hermansyah, RT 13 RW 05, Kelurahan Lepasan, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala.
Anak yang menerima bantuan adalah Muhammad Fathan Alfaeyza, berusia 2 tahun 5 bulan. Berdasarkan catatan perkembangan kesehatan, sejak ditetapkan sebagai anak asuh, terlihat adanya perbaikan yang cukup signifikan: berat badan awalnya 5,8 kg kini meningkat menjadi 7,06 kg, sedangkan tinggi badan yang semula 60 cm bertambah menjadi 72 cm, meskipun masih membutuhkan perhatian khusus untuk pemulihan optimal.
Serma Tumiran menyampaikan bahwa pendampingan dan pemberian bantuan ini merupakan bagian dari peran aktif TNI dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting dan gizi buruk di tingkat desa dan kelurahan. “Kami hadir bukan hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga terus memantau perkembangan kesehatan dan memberikan penyuluhan kepada orang tua mengenai pola asuh dan gizi seimbang yang tepat untuk anak. Kami sangat bersyukur melihat ada kemajuan berat dan tinggi badan Fathan meski peningkatannya masih perlu dipertahankan,” Ujarnya saat meninjau langsung ke rumah keluarga tersebut.
Ia menambahkan bahwa peran serta orang tua menjadi kunci utama dalam keberhasilan pemulihan kondisi gizi anak. “Bantuan susu dan telur ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Fathan. Kami juga mengimbau orang tua agar rutin memeriksakan kondisi anak ke posyandu dan menerapkan pola makan yang baik agar pertumbuhannya dapat terus membaik dan terhindar dari dampak buruk gizi kurang dalam jangka panjang,” Lanjutnya.
Ayah Fathan, Hermansyah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Babinsa dan jajaran Kodim 1005/Barito Kuala. Ia berkomitmen untuk terus mengikuti arahan yang diberikan agar kondisi putranya semakin membaik ke depannya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan sinergi antara TNI, masyarakat, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin guna menekan angka kasus gizi buruk dan stunting, serta mewujudkan generasi anak yang sehat dan cerdas di wilayah Barito Kuala.(1005).
