HULU SUNGAI UTARA – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kodim 1001/HSU-BLG menggelar Latihan Aplikasi Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), bertempat di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (10/6/2026).

Latihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan kemampuan satuan sekaligus sarana memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana Karhutla yang kerap meningkat pada musim kemarau. Selain meningkatkan kemampuan teknis personel, kegiatan ini juga bertujuan menyamakan pola pikir, pola tindak, serta prosedur penanganan bencana di lapangan.

Dandim 1001/HSU-BLG Letkol Inf Endra Retno Erowanto, S.Sos., M.I.P., melalui Pasiops Kodim 1001/HSU-BLG Kapten Inf Eko Pujo Waluyo menyampaikan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme aparat dan unsur terkait dalam melaksanakan penanggulangan bencana secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi.

“Latihan Aplikasi Sistem Blok Terpilih ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Melalui latihan ini diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terkait prosedur penanggulangan Karhutla, sehingga apabila terjadi bencana di wilayah, seluruh unsur dapat bertindak secara profesional, efektif, dan terukur,” ujar Kapten Inf Eko Pujo Waluyo.

Sementara itu, Ka Tim Dalwaslat, Kapten Arm Supiandi, menegaskan bahwa kegiatan latihan tidak hanya berorientasi pada pencapaian sasaran latihan semata, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengetahui tingkat kesiapan satuan dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan.

“Melalui pengawasan dan evaluasi yang dilakukan selama latihan, kami dapat mengukur sejauh mana kemampuan personel, efektivitas prosedur yang diterapkan, serta kesiapan sarana pendukung dalam penanggulangan Karhutla. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan guna meningkatkan kesiapsiagaan satuan menghadapi potensi bencana yang sesungguhnya,” ungkap Kapten Arm Supiandi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penanggulangan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan penanganan bencana yang optimal.

Dalam skenario latihan, peserta melaksanakan simulasi penanganan Karhutla secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini titik api, proses pelaporan, pengerahan personel dan peralatan, pembentukan posko, pelaksanaan pemadaman, hingga koordinasi lintas sektoral dalam kondisi darurat. Kegiatan tersebut juga digunakan untuk menguji kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, sistem komunikasi, serta mekanisme komando dan pengendalian di lapangan.

Kapten Arm Supiandi juga mengapresiasi semangat dan keterlibatan seluruh peserta latihan yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Sinergi yang terjalin antara TNI, Polri, BPBD, BPK, dan seluruh unsur terkait dalam latihan ini merupakan modal penting untuk menghadapi ancaman Karhutla. Dengan latihan yang berkesinambungan, diharapkan respons penanganan di lapangan akan semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tambahnya.

Melalui latihan ini, Kodim 1001/HSU-BLG menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin siap dan responsif dalam menghadapi setiap potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.(1001).