KUTAI TIMUR – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai ancaman sosial di era digital terus dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi PAAREDI bertema “Judi Online dan Pinjaman Online Teratasi (KILAS)” serta Sosialisasi Stop Trafficking dengan slogan “Jaga Keluarga Kita (KIAT)” yang digelar Tim Penggerak PKK Kecamatan Muara Bengkal di Ruang Bengkal Lantai 2 Kantor Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Muara Bengkal H. Mansyur Ady, M.Si., Sekretaris Kecamatan Muara Bengkal Albar, S.Pd., perwakilan Polsek Muara Bengkal, Ketua TP PKK Kecamatan Muara Bengkal Hj. Musdawati Mansyur, Babinsa Koramil 0909-05/Muara Bengkal Serka Purnomo, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, pelajar SMA dan SMK di Kecamatan Muara Bengkal, serta anggota PKK dan unsur masyarakat lainnya.

Sosialisasi ini menjadi langkah preventif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak negatif judi online, bahaya pinjaman online ilegal, serta ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai modus yang kerap digunakan pelaku kejahatan digital maupun jaringan perdagangan orang. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya kewaspadaan dalam menggunakan layanan keuangan berbasis digital agar terhindar dari praktik pinjaman online ilegal yang dapat merugikan secara ekonomi maupun sosial.

Camat Muara Bengkal H. Mansyur Ady menyampaikan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini. Oleh karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting dalam memberikan pengawasan, pendidikan, dan perlindungan kepada anggota keluarga, khususnya generasi muda.

Sementara itu, kehadiran Babinsa Koramil 0909-05/Muara Bengkal Serka Purnomo merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program edukasi masyarakat yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari berbagai bentuk kejahatan sosial.

Menurutnya, pencegahan terhadap judi online, pinjaman online ilegal, dan perdagangan orang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan sosial. Melalui kegiatan sosialisasi seperti ini diharapkan masyarakat semakin memahami risiko yang ada dan mampu melindungi diri serta keluarganya,” ujarnya.

Selain memberikan pemahaman tentang bahaya kejahatan digital dan perdagangan orang, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan dunia pendidikan dalam membangun ketahanan sosial di tengah masyarakat.

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diisi dengan penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terkait perkembangan teknologi digital dan potensi kejahatan yang menyertainya.

Melalui sosialisasi PAAREDI dan Stop Trafficking ini, diharapkan masyarakat Muara Bengkal semakin waspada terhadap ancaman judi online, pinjaman online ilegal, dan tindak pidana perdagangan orang, sekaligus mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dalam menciptakan keluarga yang kuat, aman, dan sejahtera.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 11.30 WITA.(0909).