HULU SUNGAI SELATAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh instansi terkait dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada musim kemarau tahun ini.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan personel Kodim 1003/HSS dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla yang digelar di Lapangan Lambung Mangkurat, Jalan A. Yani, Kota Kandangan, Rabu (22/7/2026).
Mewakili Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko, Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kapten Inf Jupardi Sinurad menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodim 1003/HSS, siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla.
“Kodim 1003/HSS telah berkomitmen bersama pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait untuk terus bersinergi serta bekerja sama dalam menghadapi dan mengantisipasi potensi Karhutla selama musim kemarau,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan Apel Gelar Pasukan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor sehingga penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Sebagai langkah nyata di lapangan, Kodim 1003/HSS telah mengerahkan seluruh jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah binaannya untuk bergabung dengan Posko Karhutla bersama unsur terkait. Para Babinsa melaksanakan patroli rutin ke daerah-daerah yang berpotensi terjadi kebakaran sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla dan pentingnya tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Babinsa bersama stakeholder lainnya terus melakukan patroli, memberikan imbauan kepada masyarakat, serta siap bergerak cepat apabila ditemukan titik api. Langkah pemadaman dan pendinginan segera dilakukan agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” jelas Kapten Inf Jupardi.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti ratusan personel gabungan dari unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas terkait, hingga relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat sebagai wujud kesiapan bersama dalam menjaga Kabupaten Hulu Sungai Selatan dari ancaman bencana Karhutla.
Melalui sinergi yang kuat antarinstansi serta keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dicegah sejak dini sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
@pendim1003
