TAPIN – Upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader kesehatan dalam menghadapi penyakit Tuberkulosis (TBC) mendapat dukungan dari aparat teritorial. Sertu Wahyudi, Babinsa Koramil 1010-07/Piani, menghadiri pembukaan Workshop Peningkatan Kapasitas Program Tuberculosis bagi kader kesehatan se-Kecamatan Lokpaikat, Jumat (28/8).

Kegiatan digelar di Aula Kecamatan Lokpaikat. Workshop merupakan kerja sama PT KPP dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader kesehatan dalam mendukung pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis di tingkat masyarakat.

Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Camat Lokpaikat, perwakilan Koramil 1010-07/Piani, perwakilan Polsek Lokpaikat, Kepala Puskesmas Lokpaikat, Kepala KUA, perwakilan PT KPP, serta para kader kesehatan dari desa-desa di wilayah Kecamatan Lokpaikat.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan aparat kewilayahan terhadap program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Bagi aparat teritorial, persoalan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur di wilayah agar edukasi dan pencegahan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Usai kegiatan, Sertu Wahyudi menyampaikan bahwa Babinsa memiliki ruang untuk membantu menghubungkan program pemerintah dengan kondisi masyarakat di wilayah binaannya.

“Sebagai aparat teritorial, kami tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban. Kami juga memiliki tanggung jawab untuk membantu mendukung program pemerintah yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk bidang kesehatan,” ujar Sertu Wahyudi.

Menurutnya, kader kesehatan memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat memperkuat upaya edukasi, deteksi awal, pendampingan, dan penyampaian informasi mengenai TBC kepada warga.

“Kami siap mendukung melalui koordinasi dan komunikasi di wilayah. Jika ada program kesehatan yang membutuhkan dukungan kewilayahan, Babinsa dapat membantu menginformasikan kepada masyarakat serta membangun sinergi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan unsur terkait lainnya,” tambahnya.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan Tuberkulosis secara berkelanjutan di wilayah Kecamatan Lokpaikat.(1010).