TAPIN – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam ketika api sudah membesar. Kewaspadaan masyarakat sejak munculnya tanda-tanda awal kebakaran dinilai menjadi kunci untuk mencegah api meluas.
Pesan tersebut disampaikan Tim Penyuluh Karhutla dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) saat menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Aula Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Rabu (9/9).
Kegiatan ini diikuti Pelaksana Tugas Camat Hatungun, Danramil 1010-04/Binuang Kapten Inf Ariadi, perwakilan Polsek Hatungun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para kepala desa, perwakilan ketua RT, serta masyarakat Kecamatan Hatungun.
Tim penyuluh dipimpin Kolonel Inf Wildan, didampingi Kolonel Czi Herry W, Kapten Arm Zaenal Fikri dan didampingi juga Danramil 1010-04/Binuang serta Babinsa.
Dalam pemaparannya, Kolonel Inf Wildan menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam mencegah Karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran tidak boleh baru dilakukan setelah api membesar.
“Ancaman kebakaran hutan dan lahan adalah tantangan bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam ketika api sudah meluas. Pencegahan sejak dini oleh seluruh warga menjadi kunci agar kerugian yang lebih besar dapat dicegah,” ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat memiliki posisi penting dalam pencegahan Karhutla karena berada paling dekat dengan lingkungan yang berpotensi terbakar. Dengan kepedulian dan respons cepat, sumber api dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Sementara itu, Kapten Arm Zaenal Fikri yang menjadi narasumber menjelaskan berbagai penyebab, dampak, serta langkah pencegahan Karhutla yang dapat dilakukan masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan api di lahan pertanian maupun di sekitar permukiman.
“Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan, mata pencaharian, serta masa depan generasi mendatang,” katanya.
Zaenal juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan asap atau api yang berpotensi tidak terkendali. Menurutnya, kecepatan informasi dan deteksi dini sangat menentukan proses penanganan agar kebakaran tidak semakin meluas.
Di tempat terpisah, Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra juga mengapresiasi sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah daerah dan warga dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Kami bersama seluruh jajaran Kodim 1010/Tapin akan terus berupaya menjaga sinergitas dan komunikasi dengan masyarakat, agar upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Hatungun dapat berjalan efektif dan berkesinambungan,” tegasnya.
Sosialisasi berlangsung tertib dan diikuti peserta dengan antusias. Diskusi antara tim penyuluh dan masyarakat juga menjadi bagian dari kegiatan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya mencegah kebakaran sejak dari sumbernya.
Pencegahan Karhutla diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi menjadi kesadaran bersama di tingkat masyarakat. Sebab, semakin cepat potensi kebakaran diketahui dan dilaporkan, semakin besar pula peluang api dapat dikendalikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.(1010).
