SIMEULUE – Membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Karena itu, Koptu Andika, Babinsa Koramil 06/Teluk Dalam, Kodim 0115/Simeulue, mengingatkan warga agar tidak menggunakan api secara sembarangan saat mengelola lahan.

Imbauan tersebut disampaikan Koptu Andika ketika melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaan di Desa Luan Balu, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, Senin (21/09/2026). Selain mempererat komunikasi, pertemuan itu dimanfaatkan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai potensi Karhutla.

Menurut Koptu Andika, penggunaan api untuk membersihkan lahan perlu dihindari karena api dapat dengan cepat menyebar apabila kondisi lingkungan dan arah angin tidak diperhitungkan. Kebakaran yang awalnya berasal dari lahan yang sedang dibersihkan dapat meluas dan sulit dikendalikan.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila akan membuka atau membersihkan lahan, hendaknya dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan metode pembakaran,” imbau Babinsa.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya memperhatikan keamanan lingkungan tempat tinggal, tetapi juga menjaga kelestarian alam di sekitarnya. Menurutnya, pencegahan akan lebih mudah dilakukan apabila kesadaran tersebut tumbuh sejak dari tingkat desa dan menjadi perhatian bersama.

Koptu Andika juga mengingatkan dampak yang dapat ditimbulkan ketika Karhutla terjadi. Selain berpotensi merusak vegetasi dan ekosistem, kebakaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat akibat asap yang ditimbulkan. Kondisi tersebut juga dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan warga.

Karena itu, kehati-hatian dalam mengelola lahan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Masyarakat diharapkan memilih cara yang aman ketika membuka maupun membersihkan lahan sehingga aktivitas pertanian atau pengelolaan lahan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Melalui komunikasi langsung dengan warga, Babinsa terus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan diharapkan dapat membantu menekan risiko Karhutla di wilayah Kecamatan Teluk Dalam.(0115).