SIMEULUE – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu dimulai dari aktivitas masyarakat saat membuka maupun membersihkan lahan. Hal itu menjadi perhatian Babinsa Koramil 04/Salang saat melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga Desa Along, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, Selasa (06/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Babinsa mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Cara membuka lahan dengan menggunakan api dinilai memiliki risiko, terlebih apabila kondisi lingkungan dan arah angin memungkinkan api menyebar ke area lain.

Komsos sekaligus dimanfaatkan Babinsa untuk mengetahui perkembangan kondisi di wilayah binaan. Komunikasi secara langsung dengan masyarakat menjadi ruang untuk menyampaikan langkah pencegahan sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.

Babinsa mengajak warga untuk mempertimbangkan cara yang lebih aman ketika melakukan pembukaan atau pembersihan lahan. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari tingkat desa.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila akan membuka atau membersihkan lahan, hendaknya dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan metode pembakaran,” imbaunya.

Babinsa juga mengingatkan bahwa kebakaran yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak terhadap vegetasi dan ekosistem di sekitarnya. Selain itu, asap yang muncul akibat kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menurunkan kualitas udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan warga.

Karena itu, kewaspadaan dan pencegahan sejak awal menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko karhutla. Kesadaran warga untuk tidak menggunakan api secara sembarangan saat membuka atau membersihkan lahan diharapkan dapat membantu mencegah munculnya titik kebakaran di wilayah Desa Along.(0115).