SIMEULUE – Langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan Babinsa Koramil 06/Teluk Dalam, Kodim 0115/Simeulue. Serka Aulia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api secara sembarangan saat membuka maupun membersihkan lahan, dalam Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga Desa Gunung Putih, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, Kamis (08/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Serka Aulia mengajak warga membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan. Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar memiliki risiko apabila api tidak dapat dikendalikan, terlebih ketika kondisi lingkungan dan arah angin memungkinkan api merambat ke area lain.
Komsos juga menjadi sarana bagi Babinsa untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memantau perkembangan kondisi di wilayah binaan. Melalui komunikasi tersebut, pesan pencegahan karhutla dapat disampaikan secara langsung kepada warga yang melakukan berbagai aktivitas di sekitar lahan.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila akan membuka atau membersihkan lahan, hendaknya dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan metode pembakaran,” imbau Serka Aulia.
Ia menjelaskan, kebakaran yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang lebih luas daripada sekadar kerusakan lahan. Vegetasi dan ekosistem dapat terdampak, sementara asap yang dihasilkan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, dan berdampak terhadap kesehatan warga.
Karena itu, Serka Aulia mendorong masyarakat untuk mengutamakan langkah pencegahan sebelum munculnya api. Kesadaran warga untuk menghindari pembakaran sembarangan ketika membuka atau membersihkan lahan dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi potensi karhutla di wilayah Teluk Dalam.
Pencegahan tersebut membutuhkan kepedulian bersama, terutama dari masyarakat yang berada paling dekat dengan aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan. Dengan tidak menggunakan metode pembakaran secara sembarangan, risiko kebakaran di lingkungan sekitar diharapkan dapat diminimalkan.(0115).
