ACEH JAYA – Pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Untuk meningkatkan kesadaran warga, Babinsa Koramil 05/Panga Kodim 0114/Aceh Jaya, Sertu M. Ambri, bersama personel pemadam kebakaran Zakaria melaksanakan sosialisasi dan patroli pencegahan Karhutla di Desa Tuwi Kareung, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diimbau tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan perkebunan dan pertanian. Cara tersebut berisiko memicu kebakaran yang dapat menyebar ke area sekitar dan menimbulkan dampak lebih luas apabila tidak segera dikendalikan.

Sosialisasi juga membahas dampak Karhutla terhadap kesehatan dan lingkungan. Asap kebakaran mengandung partikel halus, termasuk PM2.5, yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, kebakaran dapat merusak vegetasi dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Kerugian akibat Karhutla tidak berhenti pada kerusakan lahan. Aktivitas masyarakat dapat terganggu, sementara biaya penanganan kebakaran dan dampaknya berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi. Sertu M. Ambri bersama Zakaria juga mengingatkan warga mengenai konsekuensi hukum dan ancaman sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui sosialisasi dan patroli tersebut, masyarakat Desa Tuwi Kareung diharapkan semakin berhati-hati dalam mengelola lahan dan memilih cara yang lebih aman tanpa pembakaran. Kesadaran warga menjadi bagian penting dari pencegahan Karhutla, sebab kebakaran yang tidak terkendali dapat berdampak jauh melampaui lahan tempat api pertama kali muncul.(0114).