TAPIN – Memperpendek jarak tempuh antara Desa Salam Babaris dan Desa Paring Guling sekaligus mempermudah warga mengangkut hasil panen menjadi manfaat utama yang dinantikan dari pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Kecamatan Salam Babaris.
Demi mewujudkan akses penghubung tersebut, Babinsa Koramil 1010-03/Tapin Selatan bersama masyarakat terus bergotong royong mengerjakan konstruksi jembatan, yang hingga Jumat (23/10/2026) telah mencapai progres 40 persen.
Di lokasi pembangunan, semangat kebersamaan tampak dalam pengerjaan konstruksi, mulai dari penanganan material hingga pemasangan balok baja sebagai bagian dari struktur jembatan. Babinsa dan warga saling bahu-membahu, mengerahkan tenaga untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Pasiter Kodim 1010/Tapin, Kapten Inf Ariadi, mengatakan progres pembangunan yang telah mencapai 40 persen menunjukkan terjalinnya kerja sama yang baik antara Babinsa dan masyarakat.
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar penghubung antardesa, melainkan akses penting yang diharapkan mampu menunjang aktivitas perkebunan, memperlancar pengangkutan hasil panen, serta mendekatkan jangkauan perjalanan menuju desa tetangga.
Ketua RT 11 RW 4, Unang, menyampaikan terima kasih atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, manfaat yang akan dirasakan masyarakat tidak terbatas pada sektor perkebunan, tetapi juga kemudahan mobilitas antarwilayah.
“Bukan tentang perkebunan saja, melainkan jarak tempuh antara Desa Salam Babaris dengan Desa Paring Guling akan semakin dekat,” jelasnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII diharapkan dapat segera menghadirkan akses yang lebih mudah bagi masyarakat. Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan turut memperlancar aktivitas sehari-hari, mendukung distribusi hasil pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga di kedua desa.(1010).
