‎BARITO KUALA — Kodim 1005/Barito Kuala kembali turun ke lapangan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, pada Rabu (28/10). Api yang membakar lahan semak belukar segera direspon cepat oleh gabungan unsur terkait guna mencegah meluasnya kerusakan yang lebih besar.
‎
‎Berjibaku di bawah terik matahari, Babinsa, tim Damkar Kodim 1005/Barito Kuala, anggota Yonif TP, para relawan, dan warga setempat bekerja sama saling bahu-membahu mengalirkan air ke titik api. Meski dihadapkan pada kondisi lahan gambut yang sulit dan angin kencang yang sempat mengobarkan api, semangat dan keteguhan para petugas tak surut hingga akhirnya kobaran api berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Pasi Ops Kodim 1005/Barito Kuala Kapten Inf Sugianto menyampaikan bahwa kecepatan penanganan merupakan kunci utama dalam setiap penanggulangan karhutla, mengingat karakteristik lahan di wilayah Barito Kuala yang didominasi lahan gambut sangat rawan sekali apabila disertai tiupan angin kencang seperti yang terjadi hari ini.
‎
‎”Kami selalu siaga dan siap bergerak cepat setiap menerima laporan adanya titik api. Hari ini di Desa Tanjung Harapan, kita kembali membuktikan bahwa kekuatan terbesar kita adalah kebersamaan. Babinsa, tim Damkar, Yonif, relawan, dan warga semua bergerak sebagai satu kesatuan. Meskipun dihadapkan pada kendala lahan gambut dan angin kencang yang cukup menantang, alhamdulillah berkat ketekunan dan kerja sama yang solid, api kini berhasil kita padamkan,” ujar Kapten Inf Sugianto.
‎
‎Kapten Inf Sugianto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya kebakaran. Beliau menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya saat terjadi bencana, melainkan juga untuk terus mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi dalam menjaga lingkungan bersama.
‎
‎”Luas lahan yang terbakar saat ini tercatat sekitar 8 hektar berupa semak belukar, dan kami patut bersyukur api dapat segera dipadamkan sebelum meluas. Namun, kendala lahan gambut dan angin kencang ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kewaspadaan tidak boleh kendor. Mari kita jaga lingkungan kita bersama, karena mencegah selalu lebih baik daripada memadamkan. TNI akan selalu hadir dan berdiri di samping rakyat dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
‎
‎Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan tim masih melakukan pemantauan serta pendinginan kembali untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah terjadinya kebakaran susulan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergitas yang kuat antara TNI dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan hidup mereka.