Merauke, Papua Selatan – Sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah terus diperkuat dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pos Polisi Gudang Arang di Jalan Gudang Arang, Kelurahan Kamahedoga, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bupati Merauke, Yosep B. Gebze, S.H., LL.M., didampingi Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M. Turut hadir Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P., Ketua DPRD Kabupaten Merauke, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kapolres Merauke menyampaikan bahwa kehadiran pos tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kepolisian, tetapi juga menjadi Pos Terpadu Sinergi yang melibatkan unsur TNI melalui Babinsa dan Satpol PP untuk melaksanakan patroli bersama serta memperkuat pengawasan wilayah.
Sementara itu, Bupati Merauke menegaskan bahwa menjaga keamanan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus bergandengan tangan, membangun komunikasi yang baik, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah tanpa kekerasan.
Dukungan terhadap pembangunan pos tersebut juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Samuel Markus Mugujai, S.H. Ia menyebutkan bahwa pembangunan ini berawal dari aspirasi masyarakat, termasuk para ketua RT dan guru di wilayah Gudang Arang, yang kemudian diperjuangkan hingga dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah. Hal ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara masyarakat, legislatif, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam menjawab kebutuhan bersama.
Melalui pembangunan Pos Polisi Gudang Arang, diharapkan kehadiran aparat semakin dekat dengan masyarakat sehingga warga merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan peletakan batu pertama ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Kaitanu Tarong, M.Sc., Pastor Paroki Salib Suci Gudang Arang.
