SIMEULUE – Asap kebakaran lahan dapat mengganggu kesehatan warga dan aktivitas sehari-hari, sementara api yang semula digunakan untuk membersihkan lahan bisa menyebar tanpa terkendali. Mengantisipasi risiko itu, Babinsa Koramil 06/Teluk Dalam, Kodim 0115/Simeulue, Sertu Yatno mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.

Imbauan tersebut disampaikan saat Sertu Yatno melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga binaan di Desa Luan Balu, Kabupaten Simeulue, Selasa (03/11/2026). Dalam kegiatan itu, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu perhatian, termasuk bagi warga Desa Kuala Bhakti, Kecamatan Teluk Dalam.

Sertu Yatno mengajak masyarakat menjaga lingkungan secara bersama-sama. Ia mengingatkan bahwa pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan berisiko menimbulkan kebakaran lebih luas apabila kondisi sekitar dan arah angin tidak diperhitungkan.

“ Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila akan membuka atau membersihkan lahan, hendaknya dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan metode pembakaran,” imbau Babinsa.

Menurutnya, karhutla bukan hanya mengancam vegetasi dan ekosistem, tetapi juga dapat menghambat kegiatan masyarakat. Asap yang muncul berpotensi menurunkan kualitas udara dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan warga.

Melalui Komsos tersebut, Babinsa juga memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memantau perkembangan kondisi wilayah binaan. Pencegahan sejak dini, disertai kesadaran warga untuk tidak menggunakan api saat mengelola lahan, diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran di wilayah Teluk Dalam.(0115).