KABUPATEN BANJAR – Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (6/11/2026) pukul 09.30 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Kolonel Inf Handoko Yudho Wibowo, S.E., M.I.P., bersama para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad. Kehadiran rombongan diterima oleh Camat Gambut Ramadani, S.AP., M.A., bersama unsur pemerintah setempat, para Ketua RW dan RT, serta diikuti 30 orang perwakilan masyarakat.

Penyuluhan Karhutla ini merupakan bagian dari upaya edukatif dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pendekatan komunikasi langsung, para Pasis berupaya membangun pemahaman bersama bahwa pencegahan Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah dan aparat terkait, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, pembahasan difokuskan pada pentingnya kesadaran individu dan tanggung jawab kolektif dalam mencegah terjadinya Karhutla, khususnya akibat aktivitas pembakaran lahan secara sengaja. Masyarakat diajak memahami bahwa tindakan pembakaran yang tidak terkendali dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap ekosistem, kesehatan, aktivitas perekonomian, serta keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Dari perspektif ketahanan wilayah, ancaman Karhutla merupakan persoalan multidimensional yang membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif. Oleh karena itu, peningkatan literasi kebencanaan, perubahan perilaku masyarakat, serta penguatan sistem pencegahan berbasis partisipasi warga menjadi elemen penting dalam membangun ketangguhan wilayah terhadap potensi bencana.

Para Pasis Dikreg LXVIII Seskoad juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, Ketua RW dan RT sebagai penggerak kesadaran lingkungan di tingkat komunitas. Melalui komunikasi yang berkesinambungan, para pemangku kepentingan di tingkat lokal diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Pada kesempatan tersebut, pihak Seskoad menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodim 1006/Banjar beserta jajaran dan Pemerintah Kabupaten Banjar atas dukungan serta fasilitasi yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan.

Pihak Seskoad menyampaikan terima kasih kepada Dandim 1006/Banjar dan Pemerintah Kabupaten Banjar atas sambutan serta penerimaan terhadap Pasis Dikreg LXVIII Seskoad. Dukungan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kolaborasi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan Karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Antusiasme 30 orang perwakilan masyarakat yang hadir menunjukkan adanya kepedulian terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta kesediaan untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Gambut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus disebarluaskan kepada warga lainnya. Dengan demikian, penyuluhan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga mampu mendorong terbentuknya budaya sadar bencana yang tumbuh dari lingkungan masyarakat itu sendiri.

Kegiatan penyuluhan Karhutla yang dilaksanakan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad ini sekaligus menegaskan pentingnya integrasi antara pembinaan teritorial, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan wilayah. Sinergitas TNI AD melalui Kodim 1006/Banjar, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat diharapkan mampu memperkuat langkah preventif guna meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Keberhasilan pencegahan Karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api ketika bencana terjadi, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya api sejak dini.

Sumber: Pasis Dikreg LXVIII Seskoad – Kodim 1006/Banjar