Babinsa Koramil 09/Samatiga Hadiri Kenduri Blang di Desa Kreuseng: Tradisi Merawat , Menyemai Kebersamaan
ACEH BARAT — Dalam semangat menjaga warisan budaya dan memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat, Babinsa Koramil 09/Samatiga Serma M. Nasir menghadiri acara kenduri blang yang diselenggarakan di Desa Kreuseng. Kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang digelar menjelang musim tanam sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan harapan akan hasil panen yang melimpah. Minggu (14/9/2025)
Acara yang berlangsung di tengah hamparan sawah desa ini juga dihadiri oleh Keuchik Kreuseng, Ady Kasman, para tokoh adat, pemuda gampong, serta kelompok tani setempat. Kehadiran Serma M. Nasir sebagai perwakilan Koramil 09/Samatiga tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, tetapi juga memperkuat peran Babinsa sebagai mitra strategi dalam pembangunan desa.
Dalam berbagai hal, Keuchik Ady Kasman menekankan pentingnya menjaga tradisi kenduri blang sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Ia juga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pertanian, keamanan lingkungan, hingga edukasi kebencanaan.
“Kenduri blang bukan sekedar ritual, tapi juga ruang silaturahmi dan musyawarah. Di sini kami menyatukan niat, menyusun langkah-langkah, dan memperkuat tekad untuk membangun desa bersama,” ujar Keuchik Ady Kasman.
Serma M. Nasir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa TNI melalui Babinsa senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan desa. Ia menekankan bahwa tradisi seperti kenduri blang memiliki nilai strategi dalam membangun semangat gotong royong dan memperkuat ketahanan sosial.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Tradisi seperti kenduri blang adalah cerminan kearifan lokal yang harus terus dijaga. TNI siap mendukung setiap langkah masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, aman, dan berbudaya,” ungkap Serma M. Nasir.
Kenduri blang juga menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi dan rencana kerja kelompok tani, termasuk jadwal tanam, pembagian tugas, dan koordinasi dengan pihak desa serta Babinsa. Dalam sesi musyawarah ringan, warga menyampaikan harapan agar pemerintah terus mendukung sektor pertanian melalui bantuan alat, bibit unggul, dan pelatihan teknis.
Dengan berakhirnya acara kenduri blang, masyarakat Desa Kreuseng meneguhkan komitmen untuk menjaga tradisi, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan yang lebih baik. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI adalah bagian yang tak terpisahkan dari denyut kehidupan desa.
