ACEH BARAT – Sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen dalam menyediakan sarana prasarana yang layak bagi generasi muda, Dandim 0105/Abar Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., mendampingi Danrem 012/TU Kolonel Inf Windarto, S.Sos., M.M., dalam kegiatan groundbreaking rehab Panti Asuhan Istiqamatuddin Teuku Umar yang berlokasi di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Johan Pahlawan, Senin (27/4/2026).

Dalam amanatnya, Danrem menyampaikan bahwa pelaksanaan groundbreaking ini merupakan langkah awal dari upaya bersama dalam meningkatkan sarana dan prasarana panti asuhan agar menjadi tempat yang lebih layak, nyaman, dan aman bagi anak-anak asuh.

“Ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan dan masa depan generasi penerus bangsa. Anak-anak yang berada di panti asuhan adalah bagian dari generasi muda yang memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang baik,” prolog Danrem.

Lebih lanjut disampaikan bahwa rehabilitasi panti asuhan ini memiliki makna penting, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.

“Korem 012/Teuku Umar memiliki komitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat serta mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. TNI dan pemerintah daerah senantiasa bersinergi dalam melakukan percepatan pembangunan daerah. Untuk itu, terima kasih atas dukungan dan mari kita bersinergi membangun masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Danrem.

Mengakhiri amanatnya, Danrem secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan ucapan, “Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan groundbreaking rehab Panti Asuhan Istiqamatuddin Teuku Umar secara resmi dimulai.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 012/TU, yang diikuti oleh pejabat Forkopimda, mitra TNI, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Meunasah Rayeuk dan sekitarnya. Mereka berharap, melalui perehaban ini, anak-anak panti dapat tinggal dengan lebih nyaman serta memiliki fasilitas yang memadai untuk belajar dan menimba ilmu.

Adapun rehab yang dilakukan meliputi pembangunan permanen dua unit bilik serta satu unit tempat pengajian, yang diharapkan dapat menunjang aktivitas dan pembinaan anak-anak panti ke depannya.(0105).