BONE – Persoalan sanitasi bukan hanya soal keberadaan jamban, tetapi juga kepastian aliran air yang membuat fasilitas tersebut benar-benar bisa digunakan. Kebutuhan itu kini mulai terjawab di Kelurahan Maroanging, Kecamatan Sibulue, ketika jaringan pipa air untuk fasilitas jambanisasi dirakit sebagai bagian dari pekerjaan fisik TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone.
Tahapan perakitan menjadi pekerjaan penting karena menentukan kelancaran distribusi air menuju lokasi jamban. Tanpa jaringan tersebut, bangunan yang telah berdiri belum akan berfungsi secara optimal bagi masyarakat.
Personel Satgas TMMD 129 Kodim Bone mengerjakan penyambungan setiap bagian pipa dengan cermat agar aliran air nantinya dapat mengalir stabil. Ketelitian menjadi kunci agar instalasi tidak mengalami kebocoran maupun gangguan saat mulai dimanfaatkan, Selasa (28/7/2026).
Penyediaan akses air yang menyatu dengan pembangunan jambanisasi diyakini memberi perubahan nyata terhadap kualitas lingkungan. Warga tidak hanya memperoleh fasilitas sanitasi yang lebih layak, tetapi juga kemudahan menjalankan pola hidup bersih dalam aktivitas sehari-hari.
Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Keberhasilan sebuah fasilitas justru ditentukan oleh sistem pendukung yang membuatnya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.(Red/Wr).
