KUTAI TIMUR – Pemanfaatan limbah peternakan sebagai bahan pupuk organik menjadi salah satu langkah yang didorong Koramil 0909-02/Sangkulirang bersama Pemerintah Desa Bumi Jaya dan PT Indexim Coalindo melalui Program Pelatihan Pengolahan Pupuk Kandang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut berlangsung di Jalan Durian, Desa Bumi Jaya, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur. Pelatihan melibatkan unsur TNI, pemerintah desa, perusahaan, pemuda, serta mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.
Koramil 0909-02/Sangkulirang dalam kegiatan itu diwakili Serka Enno bersama seorang anggota. Hadir pula Kepala Desa Bumi Jaya Hari Selamet, perwakilan manajemen PT Indexim Coalindo Soni bersama tiga anggota, Ketua Karang Taruna Desa Bumi Jaya Kirman bersama seorang anggota, serta Ketua Pokdarwis Desa Bumi Jaya Eko Lesmana.
Kegiatan juga melibatkan 17 mahasiswa KKN 52 Universitas Mulawarman dan 13 mahasiswa KKN STIPER Sangatta. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari kolaborasi pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat.
Pelatihan tersebut memberikan pemahaman mengenai pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah sehingga memiliki nilai guna sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Penggunaan pupuk kandang yang dikelola dengan baik juga dapat membantu menjaga kesuburan tanah. Di sisi lain, pemanfaatan bahan organik menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Bagi Koramil 0909-02/Sangkulirang, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial melalui dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat kewilayahan dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, perusahaan, pemuda, dan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bumi Jaya. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan pertanian maupun pengembangan potensi desa.
Dengan sinergi lintas sektor yang terus dibangun, berbagai program pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kemandirian warga sekaligus mendukung pengembangan sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.(0909).
