SUKOHARJO – Tidak semua pelajaran lahir dari ruang kelas. Di sebuah warung sederhana di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, seorang pelajar SMP Negeri 3 Grogol justru memperoleh suntikan semangat hidup dari percakapan singkat bersama prajurit yang tengah bertugas membangun desanya. Raut canggung perlahan berubah menjadi senyum ketika kisah tentang perjuangan masa kecil dan arti kedisiplinan mengalir tanpa jarak.

Momen itu terjadi saat jeda pekerjaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo. Serka Wibowo memilih memanfaatkan waktu istirahat untuk duduk berdampingan dengan para siswa yang melintas. Obrolan ringan berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman, mulai dari tantangan yang pernah dihadapi hingga keyakinan bahwa cita-cita hanya dapat diraih melalui ketekunan dan kemauan belajar.

Menurut Serka Wibowo, pendekatan yang akrab lebih mudah diterima anak-anak dibanding sekadar memberikan nasihat. “Pendekatan humanis seperti ini sangat penting. Kami ingin anak-anak di sini tahu bahwa untuk meraih cita-cita dibutuhkan kedisiplinan dan kerja keras. Lewat cerita masa kecil, kami mencoba masuk ke dunia mereka agar pesan moral yang kami sampaikan bisa diterima dengan nyaman,” ujarnya. Potret kebersamaan itu terekam pada Selasa (28/7/2026) dan menjadi gambaran lain dari pelaksanaan TMMD di Desa Parangjoro.

Percakapan sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran prajurit bukan hanya identik dengan pekerjaan membangun jalan, talud, maupun fasilitas umum. Kedekatan yang terjalin menghadirkan teladan nyata bagi anak-anak yang sedang membentuk karakter dan menata impian mereka.

Di balik setiap pembangunan fisik yang berlangsung, tumbuh pula ikatan emosional antara TNI dan masyarakat. Dari bangku kayu di depan warung itulah, harapan baru ikut dibangun—bukan dengan semen dan batu, melainkan melalui perhatian, keteladanan, serta motivasi yang akan terus diingat oleh generasi muda Desa Parangjoro.(Red/Ap).