SUKOHARJO – Perubahan sering dimulai dari hal sederhana. Di sebuah kebun melon hidroponik, peran guru dan murid hadir tanpa memandang profesi. Petani berbagi pengalaman, sedangkan prajurit datang membawa semangat untuk menyerap ilmu yang nantinya bisa disebarluaskan.

Suasana tersebut terlihat di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, saat pelaksanaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo. Minggu (2/8/2026), anggota Satgas mengikuti pelatihan budidaya melon hidroponik bersama warga sebagai bagian dari penguatan pengetahuan pertanian modern.

Marjito, pemilik kebun, mengaku senang melihat antusiasme anggota Satgas yang aktif bertanya dan mempraktikkan langsung setiap tahapan penanaman. Baginya, ilmu akan memiliki nilai lebih ketika dibagikan kepada banyak orang.

Interaksi itu juga memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak selalu diwujudkan melalui pekerjaan fisik. Transfer pengetahuan menjadi modal penting agar masyarakat memiliki pilihan usaha baru yang mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian.

Kebersamaan yang terbangun di lahan hidroponik meninggalkan pelajaran berharga bahwa kemajuan desa lahir dari kemauan untuk saling belajar, saling menguatkan, dan terus berinovasi.(Red/Js).