ACEH SINGKIL – Pembangunan Jembatan Perintis yang menghubungkan Desa Cibubukan dengan Desa Serasah, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, terus menunjukkan perkembangan. Setelah melalui sejumlah tahapan pekerjaan pondasi dan pengecoran, proses pembangunan kini memasuki bagian penting berupa pemasangan mal angkur sebagai persiapan penguatan struktur jembatan, Selasa (11/8/2026).

Pemasangan mal angkur menjadi salah satu tahapan yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Bagian ini berkaitan erat dengan ketepatan posisi serta pembentukan struktur yang nantinya menjadi bagian penting dari sistem penahan jembatan.

Di tengah kondisi medan yang tidak mudah, pekerjaan tersebut terus dilakukan secara bertahap oleh personel TNI bersama masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan warga kedua desa.

Pembangunan jembatan penghubung Cibubukan-Serasah memang memiliki tantangan tersendiri. Akses menuju lokasi pekerjaan tidak mudah, sementara distribusi material membutuhkan tenaga dan waktu lebih karena sebagian material harus melewati aliran sungai menggunakan perahu sebelum dibawa menuju titik pembangunan. Kondisi tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari tahapan awal pembangunan jembatan.

Kini, setelah material berhasil didistribusikan dan pekerjaan pondasi mulai terbentuk, fokus pekerjaan bergeser pada penguatan struktur. Pemasangan mal angkur menjadi tanda bahwa pembangunan terus bergerak menuju tahapan konstruksi yang semakin menentukan.

Dalam pekerjaan konstruksi jembatan, ketepatan pemasangan bagian-bagian pendukung struktur memiliki peranan penting. Mal digunakan sebagai acuan pembentukan dan penempatan bagian konstruksi agar berada pada posisi yang sesuai dengan perencanaan.

Pada pembangunan Jembatan Perintis Cibubukan-Serasah, pemasangan mal angkur menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Setiap bagian harus dipersiapkan dengan baik sebelum pekerjaan konstruksi berikutnya dilanjutkan.

Tahapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga membutuhkan ketelitian agar setiap bagian struktur dapat terpasang secara tepat.

Sebelumnya, pembangunan jembatan telah memasuki pekerjaan pondasi dan pengecoran tiang. Perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk struktur utama jembatan yang nantinya akan menghubungkan dua wilayah yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai.(Pr012).