SUKOHARJO — Bagi Bu Marni, penutupan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo bukan sekadar acara seremonial. Hari itu menjadi salah satu hari tersibuk bagi warungnya yang berada di sekitar Desa Parangjoro.
Sejak TMMD berlangsung, warung miliknya disebut terus ramai. Puncaknya terjadi pada Kamis (13/08/2026), ketika warga dan tamu memadati kawasan Dukuh Parangjoro RT 02/02 untuk mengikuti penutupan TMMD.
“Dari awal TMMD sampai penutupan ini warung saya rame terus. Hari ini paling rame. Terima kasih Bapak TNI sudah membangun desa kami dan membawa berkah dagangan,” kata Bu Marni.
Tidak hanya warung miliknya, puluhan pedagang lain juga membuka stand sejak pukul 06.00 WIB. Beragam jajanan tersedia, mulai dari minuman, sate, cilok, tahu gejrot, gorengan hingga kue tradisional khas Sukoharjo.
Keramaian tersebut menjadi salah satu dampak yang dirasakan pelaku usaha lokal selama kegiatan TMMD. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berjualan sekaligus ikut menyemarakkan penutupan program.
Komandan Satgas TMMD Reguler Ke-129 Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., mengapresiasi keterlibatan masyarakat. Ia melihat kegiatan warga tersebut sebagai bentuk kecintaan dan terima kasih kepada TNI.
Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stand setelah bertindak sebagai inspektur upacara.
Ia berharap geliat ekonomi warga tidak berhenti ketika TMMD selesai. Semangat gotong royong, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan upaya masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi.
Penutupan TMMD akhirnya menjadi hari yang berkesan bagi warga Parangjoro. Pembangunan desa dan ramainya aktivitas ekonomi bertemu dalam satu perayaan yang digelar bersama masyarakat.
