TAPIN — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul. Kecepatan informasi, koordinasi dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan Tim Penyuluhan Karhutla Markas Besar TNI saat melaksanakan anjangsana bersama unsur Forkopimcam dan masyarakat di Kantor Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Rabu (16/9).
Kegiatan dipimpin Kolonel Inf Wildan B., bersama Kolonel Czi Herry W. dan Kapten Arm Zaenal Fikri. Hadir pula Camat Tapin Selatan, Lurah Tambarangan, Ba Tuud Koramil 1010-03/Tapin Selatan serta perwakilan masyarakat Kelurahan Tambarangan.
Dalam pertemuan tersebut, tim memberikan pemahaman mengenai faktor pemicu karhutla, dampak yang ditimbulkan, hingga pentingnya langkah cepat apabila menemukan titik api.
Kolonel Inf Wildan B. menekankan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan informasi awal kepada petugas.
“Kalau melihat atau mengetahui adanya kebakaran, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar. Koordinasikan dengan BPBD maupun Kodim 1010/Tapin agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa unsur kewilayahan perlu menjaga komunikasi dan koordinasi agar setiap informasi mengenai kebakaran dapat diterima dan ditangani dengan cepat.
Kesiapan penanganan di lapangan turut menjadi perhatian. Kodim 1010/Tapin saat ini diperkuat dua unit kendaraan pemadam kebakaran yang dapat dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla bersama unsur terkait.
Anjangsana tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi serta potensi kerawanan karhutla di wilayah Tambarangan.
Melalui komunikasi langsung dengan warga, upaya pencegahan diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut dalam bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan kecepatan dalam melaporkan setiap potensi kebakaran.(1010).
