ACEH JAYA – Aparat kewilayahan TNI Angkatan Darat terus berperan aktif dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Kegiatan pengecekan pasar dan harga sembako kembali dilaksanakan di wilayah Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (15/05/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta memonitor perkembangan harga di tingkat pedagang.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sejumlah harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Jaya masih relatif stabil meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian harga mengikuti kondisi pasokan pasar.

Harga beras premium tercatat Rp235.000 per sak, minyak goreng Rp22.000 per kilogram, gula pasir Rp20.000 per kilogram, telur ayam Rp53.000 per papan, dan tepung Segitiga Biru Rp15.000 per kilogram.

Sementara untuk komoditas sayuran dan kebutuhan dapur lainnya, harga bawang merah berada di angka Rp45.000 per kilogram, tomat Rp15.000 per kilogram, cabai merah Rp45.000 per kilogram, serta cabai rawit Rp30.000 per kilogram.

Kegiatan pemantauan dilakukan dengan mendatangi langsung kios dan lapak pedagang di pasar tradisional. Aparat kewilayahan juga berdialog dengan pedagang dan masyarakat untuk mengetahui kondisi distribusi barang serta perkembangan daya beli masyarakat di lapangan.

Pemantauan harga sembako menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat di wilayah binaan.

Dalam konteks ketahanan nasional, stabilitas harga kebutuhan pokok memiliki pengaruh besar terhadap kondisi sosial masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, pengawasan terhadap perkembangan harga pasar dinilai penting guna mengantisipasi potensi kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Aparat kewilayahan juga mengimbau para pedagang agar tetap menjaga stabilitas distribusi barang serta tidak melakukan praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

Selain memonitor harga, kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dan masyarakat di wilayah binaan. Melalui interaksi langsung di pasar, aparat dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Sebagai ujung tombak TNI AD di tingkat desa dan kecamatan, Babinsa memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membantu mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Di wilayah Aceh Jaya, pasar tradisional masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi warga sehingga kondisi harga sembako menjadi perhatian penting bagi masyarakat.

Kegiatan pengecekan pasar yang dilakukan secara rutin juga menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan distribusi bahan pokok maupun gejolak harga yang dapat berdampak terhadap stabilitas sosial masyarakat.

Dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang masih relatif terkendali, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Jaya dapat berjalan normal dan kebutuhan warga tetap terpenuhi dengan baik.

Keterlibatan aktif aparat kewilayahan dalam pemantauan pasar menunjukkan komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan teritorial yang responsif dan humanis.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan stabilitas pasar dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Jaya dapat terus terjaga sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah dan ketahanan nasional secara menyeluruh.(0114).