HULU SUNGAI SELATAN – Kesigapan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1003-06/Simpur bersama Tim Gabungan Peduli Api kembali ditunjukkan dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) melalui pemantauan satelit di wilayah Desa Panjampang Bahagia, Kecamatan Simpur, tim yang bersiaga di Posko Karhutla langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api meluas. Senin (27/7/26) sore waktu setempat

Babinsa Koramil 1003-06/Simpur, Kopka Hendro, menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau yang disertai cuaca panas ekstrem menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran. Kondisi tersebut diperparah dengan mengeringnya anak sungai di kawasan tersebut serta banyaknya rerumputan yang telah mengering sehingga sangat mudah terbakar.

“Cuaca yang sangat panas membuat vegetasi menjadi kering. Ditambah debit air di anak sungai menurun, sehingga proses pemadaman dan pendinginan menjadi lebih menantang. Namun kami terus berupaya agar api dapat segera dikendalikan,” ujar Kopka Hendro di lokasi.

Ia menambahkan, Tim Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat peduli api selalu berada dalam kondisi siaga dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Sinergi tersebut memungkinkan setiap titik api yang terdeteksi dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Kami berharap setiap kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat maupun lingkungan,” tambahnya.

Selain bersiaga di Posko Karhutla, tim juga secara rutin melaksanakan patroli ke wilayah wilayah yang rawan muncul titik api. Kegiatan tersebut dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, termasuk mengimbau agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.

Upaya pencegahan melalui edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko terjadinya kebakaran, sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui keterlibatan aktif Babinsa bersama seluruh unsur terkait, TNI terus menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat. Tidak hanya melakukan penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan dampak Karhutla yang dapat merugikan masyarakat dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, hingga kelestarian lingkungan.

@pendim1003