ACEH JAYA – Pembangunan mushalla di lingkungan SMPN 1 Panga, Desa Keude Panga, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, mendapat perhatian dari Babinsa Koramil 05/Panga Kodim 0114/Aceh Jaya, Sertu Astrada Beruh. Ia turun langsung membantu pekerja bangunan, Wak Puji (60), yang tengah mengerjakan pembangunan mushalla tersebut, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan itu dilakukan melalui karya bakti dengan membantu pekerjaan yang sedang berlangsung di lokasi. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pembangunan menjadi bagian dari kepedulian terhadap pekerjaan yang dikerjakan masyarakat, sekaligus memperlihatkan peran aparat kewilayahan yang tidak hanya hadir dalam kegiatan pembinaan teritorial, tetapi juga bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Wak Puji yang berusia 60 tahun saat itu sedang mengerjakan bangunan mushalla yang berada di kawasan SMPN 1 Panga. Sertu Astrada Beruh kemudian ikut mengambil bagian dalam pekerjaan tersebut. Aktivitas berlangsung secara sederhana, namun kehadiran tambahan tenaga di lapangan dapat membantu pekerjaan yang tengah dilakukan.

Mushalla di lingkungan sekolah memiliki fungsi yang tidak terbatas sebagai bangunan fisik. Keberadaannya menjadi bagian dari fasilitas yang mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan pendidikan. Karena itu, proses pembangunannya juga membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Bagi Babinsa, keterlibatan dalam karya bakti seperti ini menjadi salah satu cara untuk tetap dekat dengan dinamika masyarakat di wilayah binaannya. Interaksi yang terbangun ketika bekerja bersama di lapangan juga memberi ruang untuk melihat secara langsung berbagai kegiatan warga, termasuk pekerjaan pembangunan fasilitas yang digunakan masyarakat.

Kegiatan karya bakti Sertu Astrada Beruh bersama pekerja bangunan tersebut berlangsung di Desa Keude Panga, Kecamatan Panga. Bantuan tenaga yang diberikan menjadi bagian kecil dari proses pembangunan mushalla SMPN 1 Panga yang masih dikerjakan.

Kehadiran Babinsa dalam pekerjaan itu sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap fasilitas lingkungan pendidikan dapat dilakukan melalui tindakan sederhana di lapangan. Bagi masyarakat, keterlibatan seperti ini memberi arti tersendiri karena pekerjaan yang sedang berlangsung tidak dikerjakan sendirian.(0114).