BARITO KUALA — Dalam upaya melindungi masyarakat dan mencegah api menjalar ke pemukiman, Kodim 1005/Barito Kuala kembali mengerahkan kekuatan penuh untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Mandastana dan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, pada Kamis (22/10). Satuan mengerahkan satu unit mobil damkar milik Kodim, dua unit mobil damkar dari Yonif TP, serta dua unit dari BPK, yang kemudian bergabung dengan Babinsa, tim damkar Kodim, anggota Yonif TP, relawan, dan warga setempat untuk turun langsung ke lokasi kejadian.
Luas lahan yang terdampak tercatat sekitar dua hektar berupa semak belukar; meskipun saat ini api telah berhasil dipadamkan, proses penanganan tetap berlangsung dengan penuh kewaspadaan mengingat kendala utama berupa karakter lahan gambut dan hembusan angin kencang yang dapat memicu titik api muncul kembali. Para personel bekerja secara terkoordinasi menyemprotkan air, memeriksa titik‑titik panas, serta membangun jalur pengaman agar kobaran api tidak merembet ke rumah‑rumah warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Pasi Ops Kodim 1005/Barito Kuala, Kapten Inf Sugianto menyampaikan bahwa kecepatan mobilisasi dan kekompakan antar unsur menjadi kunci keberhasilan operasi ini. “Begitu menerima laporan adanya karhutla, kami segera mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia agar api tidak sempat meluas ke pemukiman warga. Lahan gambut dan angin kencang adalah tantangan besar karena api bisa menyembur kembali dari bawah permukaan tanah, itulah sebabnya tim kami tidak hanya memadamkan secara langsung tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh di area yang telah terbakar,” ujar Kapten Sugianto.
Ia juga menegaskan bahwa peran Babinsa, relawan, dan warga sangat berharga karena mereka mengetahui medan setempat dan dapat membantu mengarahkan tim ke lokasi‑lokasi rawan sebelum kondisi menjadi lebih parah.
Lebih lanjut, Kapten Inf Sugianto menekankan bahwa meskipun status api sudah berhasil dikuasai, kewaspadaan tidak boleh diturunkan begitu saja. “Kami mengapresiasi semangat seluruh personel gabungan yang telah berjibaku di lapangan di bawah terik matahari dan di tengah kabut asap; namun kami juga mengingatkan agar setiap orang tetap mengutamakan keselamatan pribadi, menggunakan perlengkapan yang sesuai, dan mengikuti arahan komandan lapangan. Kami juga kembali menghimbau masyarakat untuk menahan diri dari melakukan pembakaran lahan, karena dalam kondisi angin kencang seperti ini api dapat lepas kendali dalam sekejap dan membahayakan seluruh lingkungan sekitar,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan masih melaksanakan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada titik api yang bangkit kembali, sekaligus berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan dan desa guna memperkuat kesiapsiagaan di wilayah Mandastana dan Jejangkit. Kodim 1005/Barito Kuala akan terus siaga dan mendukung upaya penanggulangan karhutla hingga kondisi benar‑benar aman bagi masyarakat.
