SUKOHARJO – Penutupan TMMD bukan hanya persoalan mengakhiri agenda, tetapi juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat ditutup dalam kondisi tertata. Hal itu terlihat dari persiapan yang dilakukan di Balai Desa Parangjoro menjelang berakhirnya TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo.

Tenda, umbul-umbul, dan gapura mulai dipasang serta diperiksa. Area halaman dibersihkan untuk mendukung fungsi balai desa sebagai tempat transit dalam rangkaian acara penutupan.

Kesiapan lokasi berjalan seiring dengan persiapan agenda. Penutupan direncanakan dihadiri Forkopimda Kabupaten Sukoharjo dan diisi dengan penyerahan hasil pembangunan, bakti sosial, serta hiburan dari warga.

“Penutupan TMMD ini bukan akhir, tapi awal untuk kita bersama-sama merawat hasil pembangunan,” ujar salah satu personel Satgas. Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan sebuah pembangunan tidak hanya ditentukan saat pekerjaan selesai, tetapi juga oleh bagaimana hasilnya digunakan dan dipelihara setelahnya.

Pada Rabu (12/8/2026), proses penataan masih menjadi bagian dari aktivitas akhir di Parangjoro. Ketika acara penutupan nanti berlangsung, yang ditandai bukan sekadar selesainya sebuah program, melainkan dimulainya fase pemanfaatan hasil pembangunan secara lebih panjang oleh masyarakat.(Red/Js).