TAPIN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tapin. Kali ini, kebakaran melanda lahan semak belukar di Desa Sungai Rutas Hulu RT 02, Kecamatan Candi Laras Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Saat informasi kejadian diterima, Tim gabungan kemudian bergerak melakukan penanganan hingga proses pemadaman berlangsung.

Upaya pemadaman dilakukan oleh Tim TRC BPBD Kabupaten Tapin bersama Posko Gabungan TNI-Polri dan para relawan. Sebanyak tiga unit mesin portabel dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api dan melakukan pembasahan di area yang terbakar.

Dari hasil penanganan sementara, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare. Area yang terbakar merupakan lahan semak belukar. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pasiops Kodim 1010/Tapin, Kapten Inf Asep, mengatakan keterlibatan personel TNI dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok TNI, khususnya dalam membantu pemerintah daerah dan unsur terkait menghadapi bencana serta melindungi keselamatan masyarakat.

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. TNI bersama Polri, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat akan terus mendukung upaya pemadaman serta pemantauan di lapangan,” ujar Kapten Inf Asep.

Menurutnya, langkah cepat dan sinergis diperlukan agar kebakaran tidak meluas, terlebih pada kondisi lahan yang mudah terbakar. Selain melakukan penanganan ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan juga menjadi perhatian melalui pemantauan wilayah dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Hingga sore hari, sebagian titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah area yang berada di luar jangkauan masih dalam pemantauan tim gabungan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali maupun perluasan titik kebakaran.

Kapten Inf Asep juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di wilayah sekitar.

“Segera laporkan jika melihat adanya kebakaran. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak dini akan jauh lebih efektif untuk mencegah karhutla meluas,” pungkasnya.

Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, relawan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla, sekaligus memastikan keamanan lingkungan dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tapin.(1010).