HULU SUNGAI SELATAN – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Karang Jawa Muka, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), memasuki tahap pengecoran pondasi, Kamis (22/10/2026). Personel Kodim 1003/HSS bersama masyarakat mengerjakan pembangunan tersebut untuk menggantikan jembatan kayu yang telah rusak dan membutuhkan pengganti yang lebih kokoh.

Pembangunan jembatan beton ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan keamanan akses penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan yang memadai juga penting untuk menunjang kegiatan sehari-hari masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah dan aktivitas ekonomi warga.

Pengecoran pondasi menjadi salah satu tahapan krusial karena menentukan kemampuan struktur jembatan dalam menopang beban. Pengerjaan bagian ini dilakukan untuk mendukung kekuatan dan kestabilan konstruksi sebelum pembangunan berlanjut ke tahap berikutnya.

Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko melalui Pasiter Kodim 1003/HSS Kapten Inf Yus Kristali menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang sejalan dengan Asta Cita, terutama dalam mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Menurutnya, manfaat jembatan tidak terbatas pada tersedianya sarana penghubung. Infrastruktur tersebut juga diharapkan membantu warga menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi dengan lebih mudah. Petani, misalnya, dapat terbantu saat mengangkut hasil pertanian menuju pusat perdagangan tanpa terkendala kondisi jembatan lama yang telah mengalami kerusakan.

Kapten Inf Yus Kristali menambahkan, pembangunan Jembatan Garuda kali ini merupakan tahap ketujuh dengan lima titik pembangunan yang tersebar di wilayah Kabupaten HSS. Pada tahapan sebelumnya, Kodim 1003/HSS telah menyelesaikan pembangunan jembatan di delapan titik.

Melalui pembangunan tersebut, Kodim 1003/HSS terus mendorong kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan warga. Jembatan yang lebih kuat dan aman diharapkan memperlancar konektivitas antarwilayah serta mendukung kegiatan masyarakat di kawasan pedesaan.

Kolaborasi dalam pembangunan ini sekaligus menjadi upaya memperluas akses warga terhadap sarana penghubung yang layak, sehingga aktivitas sehari-hari dan pergerakan hasil pertanian dapat berlangsung lebih lancar.(1003).