MERAUKE – Pembangunan infrastruktur melalui Program Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 terus menunjukkan progres positif di wilayah Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Material Aramco untuk pembangunan empat jembatan di Kampung Waninggap Say, Distrik Tanah Miring, mulai didistribusikan ke lokasi pekerjaan pada Selasa (14/7/2026).
Distribusi material yang didatangkan melalui Bekangdam XXIV/Mandala Trikora tersebut menjadi tahapan penting dalam percepatan pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat. Infrastruktur ini nantinya akan mendukung akses warga menuju sejumlah fasilitas penting, seperti Gereja Katolik Santo Petrus, SD Inpres Tanah Miring V, TK dan PAUD, serta MTA Perwakilan Merauke.
Komandan Kodim 1707/Merauke, Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P., menjelaskan bahwa pembangunan empat jembatan Aramco tersebut merupakan bagian dari Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Merauke.
Menurutnya, program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pembangunan daerah, khususnya pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih baik, aman, dan layak. Infrastruktur yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial, pendidikan, maupun pelayanan masyarakat,” ujar Letkol Inf Bayu Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur dalam pengerjaan proyek tersebut menjadi cerminan kuatnya hubungan antara TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan wilayah.
Personel Kodim 1707/Merauke bersama prajurit Yonif TP 818/Yuboi dan masyarakat Kampung Waninggap Say bekerja secara bersama-sama mulai dari proses distribusi material hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat
Dandim 1707/Merauke menegaskan bahwa keberadaan empat jembatan Aramco tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan juga akan mendukung akses menuju sarana pendidikan, tempat ibadah, dan berbagai layanan sosial yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih mudah dan efisien. Infrastruktur yang memadai juga berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kampung Waninggap Say dan sekitarnya.
“Pembangunan jembatan ini tidak hanya menghadirkan manfaat fisik berupa akses transportasi yang lebih baik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi modal penting dalam menciptakan kemajuan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari warga Kampung Waninggap Say. Salah seorang warga, Bergita Jayanti Bapaimu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan TNI Angkatan Darat melalui pembangunan empat jembatan Aramco di kampung mereka.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat karena akan memudahkan akses menuju berbagai fasilitas penting yang digunakan setiap hari oleh warga.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI AD atas pembangunan jembatan ini. Jembatan ini sudah lama kami harapkan karena akan sangat membantu masyarakat, baik untuk kegiatan pendidikan, ibadah, maupun aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026, Kodim 1707/Merauke terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran infrastruktur yang dibangun secara gotong royong bersama warga diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong terciptanya kesejahteraan yang lebih merata di Papua Selatan.(1707).
