BALANGAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan perbatasan Kabupaten Balangan dan Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, berlangsung di tengah kondisi lapangan yang cukup berat. Kepulan asap pekat, medan berlumpur, serta semak belukar yang rapat tidak menghalangi personel TNI untuk terus bergerak memadamkan api.

Danramil 1001-04/Batumandi, Peltu Iwan Setiawan, bersama sejumlah personel turun langsung ke lokasi kebakaran di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Rabu (16/9/2026).

Perjalanan menuju titik kebakaran harus dilalui dengan melintasi tanggul sungai dan menerobos semak belukar yang lebat. Karakter kawasan perbatasan tersebut menjadi tantangan tersendiri, terlebih lahan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering membuat api berpotensi cepat menjalar di tengah cuaca panas dan kering.

Sesampainya di lokasi, personel segera mengoperasikan mesin pompa, selang, dan nozzle untuk mengalirkan air ke sejumlah titik yang masih terbakar. Pemadaman dilakukan bersamaan dengan penyekatan agar kobaran api tidak merambat ke area yang lebih luas.

Asap tebal yang memenuhi lokasi ditambah suhu panas membuat personel harus lebih berhati-hati selama menjalankan tugas. Keterbatasan jarak pandang turut menyulitkan pergerakan, namun Danramil bersama anggotanya tetap melanjutkan upaya pemadaman.

Kawasan yang terbakar terus disisir. Personel melakukan penyekatan sekaligus memastikan titik-titik api yang masih menyala dapat dikendalikan.

Danramil 1001-04/Batumandi Peltu Iwan Setiawan mengatakan, pemadaman dilakukan secara maksimal untuk mencegah api meluas, terutama karena lokasi kebakaran berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten HSU.

“Medannya memang cukup sulit. Kami harus melewati tanggul dan semak belukar yang cukup lebat, ditambah kondisi asap yang pekat sehingga jarak pandang terbatas. Namun, itu bukan menjadi alasan untuk berhenti. Kami tetap berupaya masuk ke lokasi, melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak semakin meluas,” tegas Peltu Iwan.

Menurutnya, penanganan Karhutla bukan hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan. Kepedulian masyarakat juga diperlukan, terutama melalui langkah pencegahan sejak awal agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Kalau sejak awal kita cegah, tentu jauh lebih baik daripada ketika api sudah meluas baru kita berusaha memadamkannya. Mari kita jaga wilayah kita bersama,” imbaunya.

Langkah pemadaman yang dilakukan personel Koramil 1001-04/Batumandi merupakan bagian dari upaya jajaran TNI di wilayah untuk menangani Karhutla. Kehadiran personel di lapangan juga memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan unsur terkait dalam mencegah sekaligus mengendalikan kebakaran.

Kondisi kawasan yang berada di perbatasan Balangan dan HSU membuat penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi lintas wilayah. Langkah tersebut diperlukan agar api tidak menjalar ke wilayah lain dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Melalui pengerahan personel secara langsung di lokasi kebakaran, jajaran Koramil 1001-04/Batumandi terus mendorong kepedulian bersama terhadap pencegahan Karhutla. Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan menjadi tanggung jawab seluruh pihak.(1001).