HULU SUNGAI SELATAN – Sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama menghadapi musim kemarau yang ditandai minimnya curah hujan, Komandan Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS), Letkol Inf Ading Priyotantoko, bersama beserta anggota mengikuti pelaksanaan Sholat Istisqa yang digelar Pemerintah Kabupaten HSS.

Pelaksanaan Sholat Istisqa dipimpin oleh Ketua MUI Prov. Kalsel, Tuan Guru KH. Ahmad Syairazi, S.M., dan dihadiri oleh Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI, Kolonel Inf Bambang Susilo, Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., serta Ketua MUI HSS, Ustadz M. Zailani.

Kegiatan berlangsung khidmat di Alun-Alun Kabupaten HSS, Lapangan Lambung Mangkurat, Jalan A. Yani, Kandangan, Selasa (8/9/2026). Sholat Istisqa tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta berdoa agar hujan segera diturunkan sebagai rahmat dan keberkahan.

Suasana penuh kekhusyukan terlihat saat seluruh jamaah bersama-sama memanjatkan doa memohon turunnya hujan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu ikhtiar menghadapi dampak musim kemarau, seperti kekeringan, meningkatnya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), hingga terganggunya sektor pertanian.

Usai kegiatan, Letkol Inf Ading Priyotantoko menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar yang dilandasi doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.

“Melalui Shalat Istisqa dan doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT, Sang Khaliq, untuk segera menurunkan rahmat hujan yang cukup demi keberkahan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten HSS,” terang Dandim.

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem panas yang terjadi selama musim kemarau menjadi salah satu ujian bagi manusia. Karena itu, momentum Sholat Istisqa juga diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak taubat, dan memohon ampun atas segala dosa serta kesalahan.

“Semoga dengan ikhtiar dan doa bersama ini, Allah SWT segera menghilangkan dampak kemarau seperti kekeringan maupun bencana Karhutla yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Selain mengajak masyarakat memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Dandim juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan, khususnya ketika membuka lahan untuk pertanian maupun perkebunan.

“Jaga lingkungan dan alam sekitar kita. Jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan saat membuka lahan pertanian maupun perkebunan, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan,” tandasnya.

@pendim1003