BONE – Nuansa budaya Bugis begitu terasa pada upacara pembukaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1407/Bone di Desa Patukku, Kecamatan Bontocani, Rabu (15/7). Tari Paddupa yang dibawakan para penari menjadi sajian pembuka yang menyambut kedatangan tamu kehormatan sekaligus menambah kemeriahan pelaksanaan upacara.

Tarian tradisional yang sarat makna penghormatan dan penyambutan itu menjadi simbol keramahan masyarakat Bone kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam momentum dimulainya program pembangunan terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Usai penyambutan adat, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. secara resmi membuka TMMD Ke-129 Kodim 1407/Bone didampingi Kolonel Inf. Robinson Tallupadang, S.I.P., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone.

Upacara turut dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada TMMD Ke-129 Tahun Anggaran 2026, sasaran kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Bontocani dan Kecamatan Sibulue. Kedua wilayah tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan pembangunan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, serta pemberdayaan masyarakat.

Komandan Kodim 1407/Bone selaku Dansatgas TMMD Ke-129, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, mengatakan kehadiran Tari Paddupa bukan sekadar penampilan seni, tetapi menjadi cerminan bahwa pembangunan harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya daerah.

“TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kedekatan emosional dengan masyarakat. Tari Paddupa menjadi simbol penghormatan dan penerimaan masyarakat kepada seluruh pihak yang bersama-sama membangun desa,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang terkandung dalam budaya Bugis dapat menjadi semangat selama pelaksanaan TMMD sehingga seluruh program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Red/Js).