ACEH JAYA – Suasana kebersamaan terlihat jelas di Desa Batee Meutudong, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (06/05/2026). Sejak pagi, warga bersama Babinsa Koramil 05/Panga Kodim 0114/Aceh Jaya, Sertu Astrada Beruh, melaksanakan kegiatan karya bakti membersihkan halaman meunasah yang mulai dipenuhi sampah dan rumput liar.

Kegiatan ini berawal dari kepedulian Babinsa yang melihat kondisi sekitar meunasah sudah cukup semak. Rumput yang tumbuh tinggi dan sampah yang menumpuk dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan warga dalam melaksanakan aktivitas ibadah maupun kegiatan sosial di tempat tersebut. Melihat kondisi itu, inisiatif untuk melakukan pembersihan bersama warga pun dilakukan tanpa menunggu waktu lama.

Sejak kegiatan dimulai, warga terlihat antusias turun langsung ke lapangan. Ada yang membawa alat pemotong rumput, cangkul, hingga sapu untuk membersihkan area sekitar. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat, semua bekerja bersama dengan tujuan yang sama, yaitu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Meunasah sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat desa memang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Tempat ini tidak hanya digunakan untuk shalat, tetapi juga menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan dan musyawarah warga. Karena itu, menjaga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Sertu Astrada Beruh mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara Babinsa dan warga binaan. Dengan turun langsung bersama masyarakat, hubungan yang terjalin menjadi lebih dekat dan harmonis.

“Kalau lingkungan bersih, ibadah juga lebih nyaman. Dan yang lebih penting, kebersamaan seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Warga yang ikut serta dalam kegiatan tersebut juga menyambut baik ajakan gotong royong ini. Mereka merasa terbantu sekaligus termotivasi untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar, terutama fasilitas umum seperti meunasah.

Menurut warga, kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin agar lingkungan tetap terjaga dan tidak kembali kotor atau dipenuhi rumput liar. Selain itu, kebersihan lingkungan juga mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap tempat ibadah mereka sendiri.

Kegiatan karya bakti ini juga memberikan dampak positif secara sosial. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Interaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling peduli yang semakin kuat.

Di tengah kesibukan masing-masing, warga tetap meluangkan waktu untuk berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih kuat terjaga di tengah masyarakat pedesaan. Nilai inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh Jaya.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari halaman depan meunasah, sisi samping, hingga area sekitar yang selama ini jarang tersentuh. Rumput liar dipotong, sampah dikumpulkan, dan lingkungan ditata kembali agar terlihat lebih rapi dan nyaman digunakan.

Menjelang siang, hasil kerja bersama mulai terlihat jelas. Area yang sebelumnya tampak semak kini berubah menjadi lebih bersih dan tertata. Warga pun tampak puas dengan hasil yang dicapai melalui kerja sama tersebut.

Kegiatan sederhana seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil yang dilakukan bersama-sama. Dengan kepedulian dan kebersamaan, lingkungan yang bersih dan nyaman bukanlah hal yang sulit untuk diwujudkan.

Dari Desa Batee Meutudong, semangat gotong royong kembali terlihat nyata. Babinsa dan warga berjalan seiring, bukan hanya dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dalam memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.(0114).