SUKOHARJO – Suara cangkul yang beradu dengan batu dan tawa warga yang bersahutan memecah keheningan hamparan sawah Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Di lokasi itulah kebersamaan tumbuh tanpa sekat ketika pembangunan talud mulai membentuk harapan baru bagi lahan pertanian yang selama ini rentan tergerus aliran air.

Batu demi batu disusun dengan ketelitian tinggi. Prajurit TNI, warga, serta unsur yang terlibat bekerja dalam satu irama, saling membantu mengangkat material hingga meratakan adukan semen. Semangat yang tampak di lapangan bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan menjaga sumber penghidupan masyarakat agar tetap bertahan untuk waktu yang panjang.

Senin (3/8/2026), suasana gotong royong masih terasa kuat. Tidak sedikit warga yang memilih tetap berada di lokasi meski panas matahari menyengat. Mereka memahami keberadaan talud akan menjaga kontur tanah sawah sehingga ancaman longsoran kecil maupun kikisan air saat musim hujan dapat diminimalkan.

Seorang anggota Satgas mengatakan pembangunan tersebut dikerjakan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut kepentingan masyarakat dalam jangka panjang. Menurutnya, ketahanan lahan pertanian sama pentingnya dengan menjaga kehidupan warga yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen.

Talud yang perlahan berdiri di tengah persawahan menjadi penanda bahwa kekuatan terbesar pembangunan desa lahir dari kebersamaan. Ketika warga dan TNI berjalan seiring, manfaatnya bukan hanya terlihat hari ini, tetapi juga akan dirasakan oleh generasi petani berikutnya.(Red/Ap).