SUKOHARJO – Lahan pertanian yang produktif tidak selalu aman dari ancaman alam. Aliran air yang meningkat setiap musim hujan kerap mengikis tepian sawah sehingga mengganggu kestabilan tanah dan aktivitas petani.
Kondisi tersebut menjadi alasan dibangunnya talud pengaman di kawasan persawahan Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. Pengerjaannya melibatkan prajurit TNI bersama masyarakat yang bergotong royong menyusun batu, mengangkut pasir, dan menyiapkan adukan semen agar konstruksi memiliki daya tahan yang kuat.
Keberadaan talud akan membantu mengarahkan aliran air sehingga tekanan terhadap dinding sawah dapat ditekan. Dampaknya bukan hanya menjaga bentuk lahan, tetapi juga mengurangi biaya perbaikan yang selama ini harus dilakukan petani ketika terjadi kerusakan akibat erosi.
Pada Senin (3/8/2026), pekerjaan berlangsung dengan semangat tinggi meski cuaca cukup terik. Salah seorang anggota Satgas menuturkan bahwa bangunan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat karena lahan yang aman akan memberikan rasa tenang bagi para petani saat memasuki musim penghujan.
Talud yang sedang dibangun bukan sekadar konstruksi penahan tanah. Bangunan itu menjadi jawaban atas persoalan yang selama ini dihadapi petani sehingga produktivitas pertanian memiliki peluang lebih besar untuk terus terjaga.(Red/Ap).
