SUKOHARJO – Pembangunan sebuah desa tidak selalu meninggalkan jejak berupa bangunan atau jalan. Di Desa Parangjoro, salah satu warisan kegiatan TMMD Reguler ke-129 diarahkan pada sesuatu yang tidak kasatmata: cara masyarakat memahami bangsa dan menyikapi informasi.

Kegiatan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Balai Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, mempertemukan warga dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan prajurit TNI. Forum tersebut menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0726/Sukoharjo.

Materi yang diberikan mencakup empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Warga juga memperoleh pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak serta langkah menangkal penyebaran berita hoaks. Mayor Inf Suroso dari Kodim 0726/Sukoharjo bertindak sebagai pemateri.

Yang menarik, kegiatan tidak berhenti setelah materi disampaikan. Pada Sabtu (8/8/2026), warga aktif mengajukan pertanyaan sehingga terjadi dialog mengenai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pola seperti ini membuat wawasan kebangsaan ditempatkan dalam konteks yang lebih dekat dengan masyarakat.

Jika pembangunan fisik memberi kemudahan pada aktivitas warga, pembekalan semacam ini menyasar kemampuan masyarakat menjaga ruang sosialnya. Bekal tersebut menjadi penting agar perubahan yang dibawa pembangunan desa tidak hanya terlihat pada lingkungan, tetapi juga tumbuh dalam cara warga berpikir dan mengambil sikap.(Red/Cn).