SUKOHARJO – Mengantre, menghormati bendera dan menyayangi teman terdengar seperti perkara kecil bagi orang dewasa. Bagi anak-anak TK, justru dari kebiasaan itulah pemahaman tentang disiplin dan cinta tanah air mulai dibentuk.

Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo saat berinteraksi dengan anak-anak TK di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. Suasana kelas tampak cair. Anak-anak duduk di bangku masing-masing, menjawab pertanyaan, bahkan beberapa di antaranya mengangkat tangan ketika diajak berbicara.

Serka Arif menjelaskan bahwa pendidikan kebangsaan pada usia dini tidak perlu dimulai dari materi yang rumit. Menurutnya, perilaku sederhana justru lebih mudah diterapkan anak. “Dari hal kecil seperti hormat bendera, antri, dan sayang teman, kita tanamkan semangat kebangsaan,” ujarnya.

Pola pendekatan seperti itu membuat pesan tentang Pancasila, gotong royong dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia ditempatkan dalam situasi yang akrab dengan kehidupan anak. Guru dan pihak sekolah juga menyambut baik kehadiran anggota Satgas karena pembelajaran memperoleh pengalaman langsung di luar pola kegiatan kelas sehari-hari.

Interaksi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui banyak ruang. Ketika anak mulai memahami arti tertib, menghargai orang lain dan mengenal simbol-simbol kebangsaan, fondasi perilaku sosial mereka ikut terbentuk sejak masa awal pendidikan.(Red/Wr).