BARITO KUALA — Pagi di Desa Tamban Bangun tidak hanya dimulai dengan aktivitas warga membuka usaha dan bekerja. Di sepanjang jalan desa, anak-anak sekolah mulai mengayuh sepeda menuju tempat belajar. Pemandangan itu menunjukkan satu perubahan kecil yang mulai terasa setelah kondisi badan jalan dibenahi.
Junawi termasuk di antara mereka. Senin pagi, 10 Agustus 2026, ia bersama beberapa rekannya melintasi jalan tersebut dengan sepeda roda dua. Tidak ada kubangan besar yang harus dihindari. Laju sepeda pun dapat dipertahankan tanpa terlalu khawatir roda terperosok.
“Kalau sekarang lebih aman dan nyaman. Kami bisa berangkat bersama teman-teman seperti ini,” tutur Junawi.
Kondisi tersebut penting bagi kehidupan warga desa karena jalan menjadi penghubung berbagai aktivitas. Anak sekolah memakainya setiap pagi, warga menggunakannya untuk bekerja, sementara pergerakan hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari juga bergantung pada akses darat. Perubahan kualitas jalan akhirnya ikut memengaruhi ritme kehidupan masyarakat.
Kapten Cke (K) Hannah selaku Dan SSK TMMD Ke-129 Kodim 1005/Barito Kuala menyebut kenyamanan warga menjadi salah satu ukuran penting dari hasil pekerjaan di lapangan. Menurutnya, jalan yang lebih layak akan memberi manfaat berulang setiap hari, bukan hanya ketika pekerjaan fisiknya selesai. “Yang paling penting adalah masyarakat bisa menggunakan jalan ini dengan lebih mudah untuk sekolah, bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya,” ujarnya.
Sepeda-sepeda yang melintas pagi itu menjadi gambaran sederhana tentang dampak pembangunan jalan di Desa Tamban Bangun. Bagi sebagian orang mungkin hanya terlihat sebagai jalan yang lebih baik, tetapi bagi anak-anak seperti Junawi, perubahan itu berarti perjalanan menuju sekolah kini terasa lebih ringan.(1005).
