TAPIN – Upaya mewujudkan akses perhubungan yang lebih aman bagi warga Desa Salam Babaris terus berlanjut. Tanpa mengenal lelah, jajaran Kodim 1010/Tapin bersama warga bergotong‑royong kembali turun ke lokasi pekerjaan pada Minggu (01/11), untuk melanjutkan tahapan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Desa Salam Babaris RT 11 RW 04 Kec. Salam Babaris Kab. Tapin. Hingga hari ini, tahapan konstruksi telah menembus angka 65 persen, dengan fokus utama pekerjaan berupa pemasangan pagar sisi pengaman dan bondek lantai jembatan.
Di lokasi pekerjaan terlihat para pekerja menyelaraskan potongan besi, memasang rangka pagar, dan menyusun lembaran bondek agar permukaan lantai jembatan nantinya kokoh dan aman. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI untuk hadir membantu menyelesaikan kebutuhan infrastruktur yang sudah lama dinantikan masyarakat setempat.
Kapten Inf Ariadi, Pasiter Kodim 1010/Tapin, menyampaikan bahwa pencapaian progres 65 persen ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi yang baik antara pihak TNI, pemerintah desa, dan seluruh lapisan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pembangunan ini. “Alhamdulillah, pengerjaan Jembatan Garuda terus berjalan sesuai rencana dan saat ini telah mencapai 65 persen. Kami sangat mengapresiasi semangat warga Desa Salam Babaris yang senantiasa turut hadir dan membantu di setiap tahapan pengerjaan, karena keberhasilan ini bukan hanya tugas Kodim semata, melainkan keberhasilan kita semua,” ujar Kapten Ariadi.
Ia juga menambahkan bahwa pemasangan pagar sisi jembatan dilakukan untuk menjamin keamanan pengguna jembatan nantinya, sementara pemasangan bondek bertujuan agar lantai jembatan menjadi lebih kuat, tahan lama, dan nyaman dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. “Kami berkomitmen untuk terus memacu pengerjaan agar jembatan ini dapat segera diselesaikan dan dapat digunakan secepatnya oleh masyarakat, guna memperlancar akses jalan yang selama ini menjadi harapan besar warga Salam Babaris dan sekitarnya,” tambahnya.
Jembatan Garuda Tahap VII diharapkan tidak sekadar menjadi sarana penghubung antarwilayah, melainkan juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat setempat, mempermudah akses transportasi hasil bumi, serta mempererat tali persatuan dan kebersamaan antarwarga yang telah terjalin kuat selama proses pembangunan berlangsung.(1010).
