SUKOHARJO – Bunyi cangkul yang beradu dengan bak adukan memecah suasana pagi di Desa Parangjoro. Di balik pekerjaan yang tampak sederhana itu, tersimpan semangat kebersamaan yang membuat proses rehabilitasi Masjid Al Mubaroq berjalan penuh kehangatan.
Seragam loreng dan pakaian kerja milik warga tampak tak lagi memiliki sekat. Mereka bergantian mengaduk semen, mengangkat material, hingga memastikan setiap bagian bangunan dikerjakan dengan teliti agar masjid kembali nyaman digunakan masyarakat.
Bagi Kopka Wahyudi, anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo, pekerjaan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar memperbaiki bangunan. Menurutnya, kebersamaan antara prajurit dan warga menjadi kekuatan utama yang membuat pekerjaan terasa ringan meski cuaca cukup terik.
Momentum rehabilitasi rumah ibadah itu berlangsung pada Senin (3/8/2026). Warga menyambutnya dengan antusias karena masjid menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus tempat mempererat hubungan sosial di lingkungan mereka.
Ketika bangunan selesai diperbaiki, yang tertinggal bukan hanya dinding yang semakin kokoh, tetapi juga kenangan tentang gotong royong yang mempererat hubungan antara masyarakat dan TNI dalam satu tujuan yang sama.(Red/Wr).
