TAPIN – Menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak bisa menunggu sampai api muncul. Kesiapan personel, pemahaman terhadap peralatan, hingga kemampuan menggunakannya di lapangan menjadi bagian penting yang harus dipastikan sejak awal.
Hal itu dilakukan Kodim 1010/Tapin melalui latihan perbantuan kesiapsiagaan penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Tapin Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 September 2026, tersebut dipusatkan di Makodim 1010/Tapin.
Pasiops Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Asep mengatakan, latihan diawali dengan pengenalan kembali berbagai peralatan yang digunakan dalam penanganan karhutla, termasuk fungsi dan kegunaannya. Materi tersebut diberikan bukan karena personel tidak memahami peralatan, melainkan sebagai langkah penyegaran agar kemampuan tetap terjaga.
“Meski sudah banyak yang mengerti, alangkah baiknya kita mengulang kembali pengenalan alat, fungsi dan kegunaannya. Jangan sampai ketika dibutuhkan di lapangan justru ada keraguan dalam penggunaannya,” ujar Kapten Inf Asep.
Setelah mendapatkan pembekalan pada hari pertama, Jumat (11/9), latihan memasuki tahap praktik. Personel diberikan kesempatan mengoperasikan peralatan secara langsung sehingga pemahaman yang sebelumnya diperoleh secara teori dapat diterapkan dalam kondisi latihan.
Menurut Kapten Inf Asep, latihan seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan menghadapi kemungkinan karhutla di wilayah Kabupaten Tapin. Kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut keberadaan personel dan peralatan, tetapi juga seberapa cepat dan tepat keduanya dapat digunakan ketika situasi di lapangan membutuhkan.
Melalui latihan secara bertahap antara teori dan praktik, kemampuan personel diharapkan tetap terpelihara. Dengan demikian, ketika terjadi karhutla, perbantuan dapat diberikan secara lebih cepat, terukur dan sesuai kebutuhan di lapangan.(1010).
