BARITO KUALA – Genangan air yang membasahi hamparan material justru menjadi penanda bahwa pekerjaan memasuki fase penting. Di ruas jalan Desa Tamban Bangun, Kecamatan Tamban, alat pemadat bergerak perlahan menekan setiap lapisan agar badan jalan memiliki kekuatan menahan beban kendaraan yang akan melintas setiap hari. Selasa (4/8/2026), progres peningkatan jalan dalam TMMD Ke-129 mencapai 1.204,5 meter atau 73 persen dari target 1.650 meter.

Tahapan ini bukan sekadar meratakan permukaan. Kepadatan material menjadi penentu umur konstruksi jalan, sehingga setiap lintasan mesin pemadat dilakukan dengan pengawasan ketat agar hasil pekerjaan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memberikan kualitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1005/Barito Kuala, Kapten Cke (K) Hannah, menjelaskan bahwa proses pemadatan merupakan bagian krusial sebelum pekerjaan dinyatakan memenuhi standar. Karena itu, pengoperasian alat dilakukan secara bertahap hingga lapisan jalan benar-benar padat dan stabil.

Perubahan tersebut mulai dirasakan masyarakat yang setiap hari memanfaatkan jalur itu sebagai akses utama menuju kebun, permukiman, maupun aktivitas ekonomi. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui saat kondisi basah kini perlahan berubah menjadi lintasan yang lebih mantap dan aman.

Dengan capaian fisik yang telah menyentuh 73 persen pada H+21 pelaksanaan TMMD Ke-129 Tahun Anggaran 2026, pembangunan di Desa Tamban Bangun terus bergerak menuju penyelesaian, membawa harapan baru bagi kelancaran mobilitas warga di masa mendatang.(1005).