SUKOHARJO – Musim kemarau selama bertahun-tahun selalu menjadi masa yang paling mengkhawatirkan bagi petani di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. Ketika sumber air menyusut, produktivitas sawah ikut menurun dan biaya bercocok tanam meningkat. Kini persoalan itu mulai menemukan jalan keluar melalui pembangunan sumur bor irigasi perpompaan yang hadir di tengah desa.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu sasaran TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo yang memberikan akses air lebih terjamin bagi lahan pertanian. Dengan sistem perpompaan, distribusi air tidak lagi hanya bergantung pada kondisi cuaca maupun debit saluran irigasi alami.
Selasa (4/8/2026), pengerjaan sumur bor terus berlangsung dengan harapan segera dimanfaatkan oleh petani. Keberadaan sumber air baru ini memberi optimisme karena musim tanam tidak lagi mudah terganggu saat kemarau datang lebih panjang.
Pasokan air yang stabil juga membuka peluang peningkatan hasil panen. Jika sebelumnya sebagian lahan terpaksa dibiarkan mengering, kini petani memiliki kesempatan menjaga produktivitas sawah sepanjang musim.
Lebih dari sekadar menghadirkan fasilitas, sumur bor irigasi perpompaan menjadi jawaban nyata atas persoalan yang telah lama dihadapi masyarakat Desa Parangjoro. Ketahanan pangan desa pun memperoleh fondasi yang semakin kuat.(Red/Js).
