ACEH JAYA – Respons cepat personel TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat berhasil mencegah meluasnya kebakaran lahan kosong yang terjadi di Jalan Banda Aceh–Meulaboh Kilometer 126, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Minggu malam (19/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.45 WIB dan menghanguskan lahan kosong dengan luas kurang lebih satu hektare. Lokasi kebakaran yang berada di dekat jalur utama Banda Aceh–Meulaboh sempat menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Informasi awal mengenai kebakaran diterima oleh personel piket Koramil 03/Setia Bakti dan piket Polsek Setia Bakti dari warga serta pengguna jalan yang melihat munculnya kobaran api di lokasi kejadian. Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Setibanya di lokasi, personel TNI dan Polri bersama masyarakat langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk menghambat penyebaran api ke area yang lebih luas sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Melihat kondisi api yang terus menyebar akibat vegetasi kering di sekitar lokasi, petugas kemudian menghubungi unit pemadam kebakaran guna memperkuat upaya penanganan. Tidak lama berselang, armada pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman secara intensif.
Anggota Koramil 03/Setia Bakti, personel Polsek Setia Bakti, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat bahu-membahu mengendalikan kobaran api yang membakar area lahan kosong tersebut. Kerja sama yang baik antarinstansi dan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman.
Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah api padam, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kebakaran lahan menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai, terutama saat kondisi cuaca panas dan curah hujan yang menurun. Vegetasi kering yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani sejak awal.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam merespons berbagai kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat. Koordinasi yang cepat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan warga menjadi kunci utama dalam penanganan keadaan darurat di lapangan.
Selain melakukan penanganan saat kejadian, aparat juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif untuk mengurangi risiko kebakaran lahan yang dapat menimbulkan kerugian lingkungan maupun ekonomi.
Berkat kerja sama seluruh pihak yang terlibat, kebakaran lahan di Desa Sawang dapat diatasi tanpa meluas ke kawasan lain. Situasi di lokasi saat ini telah dinyatakan aman dan terkendali, sementara aparat tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim cuaca panas berlangsung di wilayah Kabupaten Aceh Jaya.(0114).
